Selasa, 15 November 2016

hakikat bisnis

“ HAKIKAT BISNIS.”
Pernahkah kalian mendengar kata filsafat? Mungkin setiap orang pernah mendengar sesekali atau bahkan beberapa kali. Filsafat bahkan sudah menjadi materi kuliah dalam setiap mata kuliah seperti filsafat bisnis dalam ilmu pengantar bisnis , filsafat pancasila dalam mata kuliah pancasila dan masih banyak lagi. Maka dari itu, belajar filsafat itu penting serta mengetahui dasar-dasar filsafat itu apa saja.
A.    Pengertian filsafat itu ada dua yaitu etimologis dan terminologis.
Secara etimologis :
Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani yaitu philosophia yang merupakan gabungan dari kata philos atau phien ( cinta,mencintai) dan Sophia ( kebijaksanaan). Dengan demikian, kata filsafat berarti cinta kebijaksanaan.
Secara terminologis :
Filsafat diartikan menjadi 6 poin :
ü  Metode berfikir
ü  Pemahaman yang komprehensif
ü  Analisis kritis bahasa dan pengertian
ü  Kelompok masalah
ü  Kelompok teori
ü  Suatu sikap
11 ciri –ciri berfikir filsafat



Cabang utama filsafat
Cabang khusus filsafat
Metafisika
Filsafat ketuhanan
epistemologi
Filsafat sejarah
aksiologi
Filsafat ilmu
etika
Filsafat politik dan ideologi
estetika
Filsafat hukum
Filsafat manusia
Filsafat bahasa

Filsafat komunikasi

Filsafat bisnis

Manfaat filsafat bagi mahasiswa
*         Membiasakan diri utk bersikap kritis.
*         Membiasakan diri utk bersikap logis-rasional.
*         Mengembangkan semangat toleransi dlm perbedaan pandangan (pluralitas).
*         Mengajarkan cara berpikir yg cermat dan tdk kenal lelah.


Pandangan para ahli mengenai filsafat.
1.      Plato (427 – 347 SM)
memberikan istilah dialektika (seni berdikskusi). Menurutnya filsafat adalah mengkritik pendapat-pendapat yang berlaku. Jadi kearifan/pengetahuan intelektual diperoleh  melalui suatu proses pemeriksaan secara kritis, diskusi dan penjelasan.
Description: D:\Gambar\plato 3.jpg
2.      Aristoteles (384 – 322 SM),
filsafat sebagai ilmu menyelidiki tentang adanya hal yang berbeda dengan bagian-bagiannya,  yang satu atau lainnya. Ilmu tersebut juga dianggap sebagai ilmu yang pertama dan terakhir, sebab secara logis disyaratkan adanya ilmu lain yang juga harus dikuasai, sehingga untuk memahaminya sesuatu, orang harus menguasai ilmu yang lain itu.
Description: D:\Gambar\Aristoteles 2.jpg

3.       Description: D:\Gambar\Francis_Bacon,_Viscount_St_Alban_from_NPG_(2).jpgSir Francis Bacon (1561 – 1626 M), filsafat adalah induk agung dari ilmu-ilmu. Filsafat menangani semua pengetahuan sebagai bidangnya.




4.       Rene Descartes (1590 – 1650), filsafat sebagai kumpulan segala pegetahuan di mana Tuhan, Alam, dan Manusia menjadi pokok penyelidikan
Filsafat  sebagai Ilmu
*         Filsafat sebagai ilmu mengandung 4 pertanyaan ilmiah : HOW, WHY, WHERE, WHAT.
*         HOW menanyakan sifat-sifat yang ditangkap oleh indra. Jawaban yang diperoleh bersifat deskriptif.
*         WHY menanyakan sebab (asal mula) suatu obyek. Jawaban yang diperoleh bersifat kausalitas (sebab-akibat).
*         WHERE menanyakan apa yang terjadi dimasa lampau, sekarang dan akan datang. Jawaban yang diperoleh ada 3 jenis pengetahuan, yaitu :
*         WHAT menanyakan tentang hakekat atau inti mutlak dari suatu hal. Hakekat ini sifatnya sangat dalam (radix) dan tidak lagi bersifat empiris sehingga hanya dapat dimengerti oleh akal. Jawaban yang diperolah akan dapat mengetahui hal-hal yang sifatnya umum, universal, abstrak.
Untuk memperoleh pengetahuan hakekat, haruslah dilakukan dengan abstraksi, yaitu suatu perbuatan akal untuk menghilangkan keadaan, sifat-sifat yang secara kebetulan, sehingga akhirnya tinggal sifat yang harus ada (mutlak) yaitu substansi.
Filsafat sebagai pandangan hidup
       Filsafat  pada hakekatnya bersumber pada kodrat pribadi manusia. Artinya filsafat mendasarkan pada penjelmaan manusia secara total dan sentral sesuai dengan hakekat manusia sebagai makhluk monodualisme sekaligus sebagai sumber penjelmaan bermacam-macam filsafat seperti :
Ø  Manusia dengan unsur raganya melahirkan filsafat biologi.
Ø  Manusia dengan unsur rasanya melahirkan filsafat keindahan (estetika).
Ø  Manusia dengan unsur  monodualismenya melahirkan filsafat antropologi.
Ø  Manusia dengan unsur kehendaknya untuk berbuat baik-buruk melahirkan filsafat tingkah laku (etika)
Ø  Manusia sebagai makhluk yang berakal melahirkan filsafat berpikir (logika).
Ø  Manusia dengan segala aspek kehidupannya melahirkan filsafat nilai (aksiologi).
Ø  Manusia  dengan dan sebagai warga negara melahirkan filsafat negara.
       Filsafat sebagai pandangan hidup dapat dijadikan  dasar setiap tindakan dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari.

Pandangan hidup akan tercermin didalam sikap hidup dan cara hidup. Sikap dan cara hidup akan muncul apabila manusia mampu memikirkan dirinya sendiri secara total.