“ HAKIKAT BISNIS.”
Pernahkah kalian mendengar kata filsafat? Mungkin setiap
orang pernah mendengar sesekali atau bahkan beberapa kali. Filsafat bahkan
sudah menjadi materi kuliah dalam setiap mata kuliah seperti filsafat bisnis
dalam ilmu pengantar bisnis , filsafat pancasila dalam mata kuliah pancasila
dan masih banyak lagi. Maka dari itu, belajar filsafat itu penting serta
mengetahui dasar-dasar filsafat itu apa saja.
A. Pengertian filsafat itu ada dua yaitu
etimologis dan terminologis.
Secara
etimologis :
Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani yaitu philosophia
yang merupakan gabungan dari kata philos atau phien ( cinta,mencintai) dan
Sophia ( kebijaksanaan). Dengan demikian, kata filsafat berarti cinta kebijaksanaan.
Secara
terminologis :
Filsafat diartikan menjadi 6 poin :
ü
Metode berfikir
ü
Pemahaman yang komprehensif
ü
Analisis kritis bahasa dan pengertian
ü
Kelompok masalah
ü
Kelompok teori
ü
Suatu sikap
11 ciri –ciri berfikir filsafat


|
Cabang utama filsafat
|
Cabang khusus filsafat
|
|
Metafisika
|
Filsafat
ketuhanan
|
|
epistemologi
|
Filsafat sejarah
|
|
aksiologi
|
Filsafat
ilmu
|
|
etika
|
Filsafat politik
dan ideologi
|
|
estetika
|
Filsafat
hukum
|
|
Filsafat manusia
|
Filsafat bahasa
|
|
|
Filsafat
komunikasi
|
|
|
Filsafat bisnis
|
Manfaat
filsafat bagi mahasiswa
*
Membiasakan
diri utk bersikap kritis.
*
Membiasakan
diri utk bersikap logis-rasional.
*
Mengembangkan
semangat toleransi dlm perbedaan pandangan (pluralitas).
*
Mengajarkan
cara berpikir yg cermat dan tdk kenal lelah.
Pandangan
para ahli mengenai filsafat.
1. Plato (427 – 347 SM)
memberikan
istilah dialektika (seni berdikskusi). Menurutnya filsafat adalah
mengkritik pendapat-pendapat yang berlaku. Jadi kearifan/pengetahuan
intelektual diperoleh melalui suatu
proses pemeriksaan secara kritis, diskusi dan penjelasan.

2. Aristoteles (384 – 322 SM),
filsafat
sebagai ilmu menyelidiki tentang adanya hal yang berbeda dengan
bagian-bagiannya, yang satu atau
lainnya. Ilmu tersebut juga dianggap sebagai ilmu yang pertama dan terakhir,
sebab secara logis disyaratkan adanya ilmu lain yang juga harus dikuasai,
sehingga untuk memahaminya sesuatu, orang harus menguasai ilmu yang lain itu.

3.
Sir Francis Bacon (1561 – 1626 M),
filsafat adalah induk agung dari ilmu-ilmu. Filsafat
menangani semua pengetahuan sebagai bidangnya.
Sir Francis Bacon (1561 – 1626 M),
filsafat adalah induk agung dari ilmu-ilmu. Filsafat
menangani semua pengetahuan sebagai bidangnya.
4. Rene
Descartes (1590 – 1650), filsafat sebagai kumpulan
segala pegetahuan di mana Tuhan, Alam, dan Manusia menjadi pokok penyelidikan

Filsafat sebagai Ilmu
*
Filsafat sebagai ilmu mengandung 4 pertanyaan
ilmiah : HOW, WHY, WHERE, WHAT.
*
HOW menanyakan sifat-sifat yang ditangkap
oleh indra. Jawaban yang diperoleh bersifat deskriptif.
*
WHY menanyakan sebab (asal mula) suatu
obyek. Jawaban yang diperoleh bersifat kausalitas (sebab-akibat).
*
WHERE menanyakan apa yang terjadi dimasa
lampau, sekarang dan akan datang. Jawaban yang diperoleh ada 3 jenis
pengetahuan, yaitu : 

*
WHAT menanyakan tentang hakekat atau
inti mutlak dari suatu hal. Hakekat ini sifatnya sangat dalam (radix) dan
tidak lagi bersifat empiris sehingga hanya dapat dimengerti oleh akal. Jawaban
yang diperolah akan dapat mengetahui hal-hal yang sifatnya umum, universal,
abstrak.
Untuk memperoleh pengetahuan
hakekat, haruslah dilakukan dengan abstraksi, yaitu suatu
perbuatan akal untuk menghilangkan keadaan, sifat-sifat yang secara kebetulan,
sehingga akhirnya tinggal sifat yang harus ada (mutlak) yaitu substansi.
Filsafat sebagai pandangan hidup
• Filsafat pada hakekatnya bersumber pada kodrat pribadi
manusia. Artinya filsafat mendasarkan pada penjelmaan manusia secara
total dan sentral sesuai dengan hakekat manusia sebagai makhluk monodualisme
sekaligus sebagai sumber penjelmaan bermacam-macam filsafat seperti :
Ø Manusia
dengan unsur raganya melahirkan filsafat biologi.
Ø Manusia
dengan unsur rasanya melahirkan filsafat keindahan (estetika).
Ø Manusia
dengan unsur monodualismenya melahirkan
filsafat antropologi.
Ø Manusia
dengan unsur kehendaknya untuk berbuat baik-buruk melahirkan filsafat tingkah
laku (etika)
Ø Manusia
sebagai makhluk yang berakal melahirkan filsafat berpikir (logika).
Ø Manusia
dengan segala aspek kehidupannya melahirkan filsafat nilai (aksiologi).
Ø Manusia dengan dan sebagai warga negara melahirkan
filsafat negara.
• Filsafat
sebagai pandangan hidup dapat dijadikan
dasar setiap tindakan dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari.
Pandangan hidup akan tercermin didalam sikap hidup dan cara
hidup. Sikap dan cara hidup akan muncul apabila manusia mampu memikirkan
dirinya sendiri secara total.