Minggu, 02 Oktober 2016

TIPS MUDAH MEMBUAT CERPEN

Bagi para pemula tentu membuat cerpen dianggap sulit, sehingga tidak jarang banyak yang melepas keinginan mereka untuk membuat cerpen. Nah, jangan hawatir saya akan memaparkan TIPS MUDAH MEMBUAT CERPEN yang pastinya memudahkan kalian memulai menjadi penulis cerpen yang berkualitas.
Cerpen atau biasa disebut dengan cerita pendek merupakan sebuah karya tulis fiktif yang berfokus pada satu tokoh saja, cerita pendek ini sendiri maksudnya ceitanya kurang dari 10.000 kata atau kurang dari 10 halaman.
Unsur-unsur cerpen ada 2 yaitu unsur instrinsik dan ekstrinsik. Unsur instrinsik atau unsur yang berasal dari dalam cerita terdiri dari tema, latar atau setting, tokoh atau pelaku, alur atau plot, penokohan, sudut pandang dan nasihat.
UNSUR – UNSUR EKSTRINSIK CERPEN sebagai berikut :
1.      Tema
Tema merupakan gagasan atau ide pokok sebuah cerita. unsur tema yang paling penting dalam pembuatan cerpen, maka penulis harus dapat memilih tema yang tepat agar cerpen yang dibuat menarik para pembaca. Tema – tema yang sering digunakan seperti asmara, kehidupan , motivasi, pahlawan dan pendidikan.
2.      Latar atau setting
Lattar atau setting ini berkaitan dengan waktu, tempat dan suasana dalam cerita. Latar atau setting berkaitan dengan tema yang di pilih , misalnya tema cerita yang digunakan pendidikan maka tempatnya di sekolah.
3.      Tokoh atau pelaku
Tokoh merupakan pelaku dalam sebuah cerita. Biasanya tokoh dalam cerita memiliki karakter yang berbeda-beda. Tokoh setiap ceriat di bagi menjadi 3 jenis tokoh yaitu :
§  Antagonis ( tokoh yang memiliki karakter dan perilaku jahat dan selalu kontra dengan tokoh protagonist)
§  Protagonist ( tokoh yang memiliki karakter atau perilaku yang baik)
§  Figuran ( tokoh pendukung atau pendamping dari tokoh protagonist )
4.      Alur atau plot
Alur atau plot merupakan jalan sebuah cerita. Biasanya cerpen hanya menggunakan satu alur saja karena ceritanya hanya berfokus pada satu tokoh dan suasana. Alur dalam sebuah cerita terdiri dari :
§  Perkenalan tokoh
§  Mucul konflik atau permasalahan yang dihadapi tokoh
§  Peningkatan konflik hingga puncak konflik atau klimaks
§  Penurunan konflik
§  Penyelesaian dari masalah
Alur dalam sebuah cerita ada tiga , yaitu
§  Alur maju
Alur yang menggambarkan cerita dari awal tokoh lahir sampai meninggal
§  Alur mundur
Alur yang menggambarkan cerita dari masa lampau ke masa kini.
§  Alur campuran
Alur yang menggunakan alur maju dan alur mundur
5.      Penokohan
Penokohan atau perwatakan merupakan pemberian sebuah karakter tokoh dalam sebuah cerita. Watak tokoh biasanya melalui pikiran, perilaku dan pandangan tokoh terhadap sebuah peristiwa. Perwatakan atau penentuan karakter sebuah tokoh menggunakan 2 metode yaitu :
§  Metode analitik
Metode ini merupakan metode yang menggambarkan watak tokoh oleh pengarang secara langsung dalam sebuah cerita. Misalnya penyayang,lemah,baik,jahat,pemalas.
§  Metode dramatik
Metode ini merupakan metode yang menggambarkan watak tokoh oleh pengarang secara tidak langsung. Penggambaran tokoh dilakukan melalui percakapan yang dilakukan oleh tokoh lain.
6.      Sudut pandang
Cara pandang pengarang dalam memandang peristiwa dalam sebuah cerita. Sudut pandang dibagi menjadi 3 jenis yaitu :
§  Sudut pandang orang pertama
Pengarang memposisikan dirinya sebagai tokoh utama dalam cerita. Sudut pandang orang pertama bentuk tunggal, maka mengunakan kata “aku , saya” dll. Dan jika dalam bentuk jamak, maka mengunakan kata “kami dan kita”.
§  Sudut pandang orang kedua
Dimana jika dalam bentuk tunggal, maka mengunakan kata “kamu, engkau, saudara, anda” dll. Dan jika dalam bentuk jamak, maka mengunakan kata “kalian”.
§  Sudut pandang orang campuran
Sudut yang memposisikan dirinya sebagai tokoh yang membiacarakan tokoh utama. Dimana jika dalam bentuk tunggal, maka mengunakan kata “ia, dia, beliau” dll. Dan jika dalam bentuk jamak, maka mengunakan kata “mereka”.
7.      Amanat
Amanat merupakan pesan pengarang kepada pembaca melalui tulisanya. Biasanya amanat berisi nasihat, pesan, harapan.
Sedangkan unsur ekstrinsik cerpen atau unsur yang berasal dari luar , Unsur ekstrinsik dari cerpen merupakan usur yang menjadi faktor pengarang membuat cerpen tersebut. unsur ekstrinsik ini terdiri dari latar belakang masyarakat , latar belakang pengarang ,
UNSUR – UNSUR EKSTRINSIK CERPEN
1.      Latar Belakang Masyarakat
Latar belakang masyarakat dapat berupa pengkajian Ideologi negara, kondisi politik negara, kondisi sosial masyarakat, kondisi lingkungan sekitar, sampai dengan kondisi ekonomi masyarakat.
2.      Latar belakang pengarang
Latar belakang pengarang meliputi pemahaman kita terhadap sejarah hidup dan sejarah hasil karangan yang telah diciptakan. Latar belakang pengarang dapat dikelompokkan kedalam 3 faktor yakni:
§  Biografi, yakni riwayat hidup pengarang cerita, yang ditulis secara keseluruhan. Mulai dari jenjang pendidikan yang paling rendah hinga jenjang terahir yang telah ditamatkan.
§  Kondisi psikologis, yakni berisi mengenai pemahaman kondisi mood atau keadaan saat seorang pengarang menulis sebuah cerita atau cerpen.
§  Aliran Sastra, seorang penulis pastinya mengikuti aliran sastra tertentu. Hal tersebut dapat memberikan pengaruh yang besar pada gaya penulisan yang dipakai oleh penulis dalam menciptakan sebuah karya sastra.


CIRI – CIRI CERPEN
1.      Tidak lebih dari 10.000 kata
2.      Dibaca sekali duduk
3.      Hanya fokus pada satu tokoh
4.      Menggunakan satu alur saja
5.      Mengangkat beberapa peristiwa saja dalam hidup.
6.      Menggunakan kata yang mudah dipahami oleh pembaca
7.      Cerita biasanya berasal dari kehidupan sehari – hari
nah secara garis besar setelah mengetahui pengertian cerpen , unsur – unsur cerpen dan ciri – ciri cerpen tentu ada gambaran di pikiran kalian bagaimana sih membuat cerpen itu. Secara garis besar saya akan memaparkan bagaimana cara membuat cerpen dari ketiga poin cerpen tersebut.
pertama tentukan target pembaca cerpen yang kalian inginkan, hal ini bertujuan untuk memudahkan kalian untuk menentuka tema dan alur cerita yang menarik minat mereka
kedua tentukan tema cerita yang kalian buat, jika target pembaca cerita kalian remaja maka saya sarankan untuk mencari tema yang sedang di gandrungi oleh mereka, misalnya asmara, patah hati , motivasi dan pendidikan. Tapi  biasanya remaja lebih menyukai hal yang berbau romantic sesuai umur mereka yang beranjak dewasa.
Ketiga tentukan alur cerita atau jalan cerita yang menarik tidak berbelit – belit . jika target pembaca remaja maka gunakan alur yang membuat emosi pembaca tidak menentu. Emosi tersebut bisa kalian ciptakan dengan menggunakan jalan cerita yang menarik sehingga pembaca tidak bosan.
Keempat gunakan diksi yang baik. Diksi merupakan pemilihan kata yang tidak jauh dari EYD, pemilihan kata yang sesuai tentu akan memudahkan para pembaca dalam memahami cerita dan mengambil makna dari cerita yang kalian sampaikan.
Kelima upayakan untuk memberikan nasihat atau pesan dalam cerita yang kalian buat. Sehingga, pembaca tidak hanya mendapatkan kepuasan batin tapi juga pengetahuan yang dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari- hari. Usahakan pesan , nasihat , harapan tersebut bersifat positif dan mendidik bagi para pembaca cerita kalian bukanya menjurus pada hal yang bersifat negatif.

Bagaimana? Membuat cerpen itu mudahkan. Nah, sekarang sudah waktunya kalian mempraktekan cara membuat cerpen yang sudah saya berikan. Semoga bermanfaat dan jadilah penulis yang berkualitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar